Komentar terhadap novel Perang (penerbit jalasutra)
Novel dibalas dengan komentar.

Mengomentari novel ini, gak lepas dari subyektivitas seorang teman. Karena saya kagum dengan kemampuannya menuang ide dalam pikiran menjadi kata-2 di kertas. Dan saya masih sulit untuk bisa begitu.
Untuk kemampuan menulis dikasih 2 jempol buat Rama. Karena diberi kesempatan waktu dan bakat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan lewat novel yang ditulisnya.
Sedikit banyak saya jadi tahu apa yang dipikirkan penulis dalam memandang dunia dan lingkungannya dilihat dari apa yang ditulisnya. Isi novelnya, selain penggambaran
tentang fakta-2 kapitalisme di sekitar kita juga pemaparan istilah-2 dalam dunia sosialis yang ditulis dengan gaya bercerita. Bisa aja, Rama.
Mengenai alur cerita, saya nilai, enak. Novel ini saya baca dalam 3 hari. Kelamaan gak ya? Karena ada rasa penasaran terhadap isi cerita, ada apa diakhirnya? Terus terang agak ‘capek’ mikirnya begitu masuk ke bagian dimana Perang tokoh utama novel melakukan pencarian terhadap dunia
baru yang menurut dia bisa dijadikan pelarian karena kebosanannya dengan dunia nyata tempat dia berada. Karena disitu, istilah-2 sosialis diumbar lewat dialog.
Berkomentar agak panjang aja udah susah nih, apalagi bikin cerita
Ram, dalam cerita itu beberapa kali si Perang dengar suara adzan. Koq gak ada cerita dia ke masjid? Malahan terus ngerokok. Dia atheis?



Recent Comments