bergerak

22 12 2005

Pak Rhenald, saya taro tulisan bapak ya di blog saya. Soalnya tulisan ini menarik untuk dibaca.

“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum
tentu menyelesaikan (perubahan).”

Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru saya, “ChaNge”.
Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng saya
mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah
menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu.

“Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,” ujar Saya. Saya menunduk ke bawah
menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.

Seperti yang saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi
kalimat saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang
tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain
lagi menendang kaki temannya.
Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak.
Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang
maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan
langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih
cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.

Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan saya.
Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya.
Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua
audiens tertegun. Saya ulangi pesan saya, “Silahkan ambil, silahkan ambil.” Ia
menatap wajah saya, dan saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa
melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat saya, dan Ia pun
merampas uang kertas itu dari tangan saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens
tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak, “Kembalikan, kembalikan!” Saya
mengatakan, “Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.”

Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000.
Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang
yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan? Mereka pun menjawab dengan
berbagai alasan:

“Saya pikir Bapak cuma main-main …………”
“Nanti uangnya toh diambil lagi.”
“Malu-maluin aja.”
“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!”
“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu …”
“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya….”
“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas…..”
“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang………”
“Saya, kan duduk jauh di belakang…”
dan seterusnya.

Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka
sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity
(kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak
menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah. Saya jadi ingat dengan
ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung.
Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat
seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah
sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di
situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia bisa
menilai “gila” nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya.
Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama
dengan mereka, ia pun protes. “Gila aja..ini kan gara-gara saudara2 Saya tidak
mau mengurus saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit…..”.
Lantas, apa yang kamu maksud ‘sakit’?”

“Orang ‘sakit’ (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu,
sedangkan saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang
selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama
dari hari ke hari…..,” katanya penuh semangat.”
Saya pun mengangguk-angguk.

Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya
kira kita semua menghadapi masalah yang sama.
Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita
tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang
sama dari hari ke hari.
Jadi omong kosong perubahan akan datang.
Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan
omongan saja.

Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah,
tapi tak banyak yang berani bergerak. Tetapi sekali bergerak,
perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak
terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri,
yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik.
Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinnya hanya berwacana saja.
Wacana yang kosong akan destruktif.

Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan
orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif,
bergerak, memulai, dan seterusnya.
Get Started.
Get into the game.
Get into the playing field, Now.
Just do it!.

Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh
orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara
di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja.
Makanya tranformasi harus bersifat kultural,
tidak cukup sekedar struktural. Ia harus bisa menyentuh manusia,
yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju.

Manusia pemenang adalah manusia yang responsif.
Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul,
yang membedakan antara winners dengan losers adalah
“Winners take action! they simply get up and do what has to be done!”.
Selamat bergerak!

(Sumber: Bergerak oleh Rhenald Kasali)





lyrics Spongebob Squarepants

16 12 2005

Akhirnya ketemu juga lyrics Spongebob Squarepants. :)

Captain: Are you ready kids?
Kids: Aye Aye Captain.
Captain: I can’t hear you.
Kids: Aye Aye Captain
Captain: OHHHHHHH
Who lives in a pineapple under the sea?
Kids: SpongeBob SquarePants!
Captain: Absorbent and yellow and pourous is he!
Kids: SpongeBob SquarePants!
Captain: If nautical nonsense be something you wish,
Kids: SpongeBob SquarePants!
Captain: Then drop on the deck and flop like a fish!
Kids: SpongeBob SquarePants!
Captain: Ready?
Captain and Kids: SpongeBob SquarePants, SpongeBob SquarePants,
SpongeBob SquarePants!
Captain: SpongeBob SquarePaaaaannttss!!!
Captain: HA HA HA HA !!!!

[Thanks to manson_nails for lyrics]